Berapa
kali Anda menarik napas dalam untuk setiap hari? Kalau tidak pernah,
mulailah untuk berlatih menarik napas yang dalam karena cara ini bagus
untuk membantu tubuh memperbanyak asupan oksigen.
Asal tahu saja ketika otot-otot sekitar tulang rusuk kekurangan oksigen maka otot kehilangan elastisitas dan menjadi lemah.
Kalau ini terjadi bisa mempengaruhi aliran oksigen ke seluruh darah dan mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
Nah, dengan melakukan teknik pernapasan yang benar dengan cara tarik
napas dalam akan sangat membantu membuat tubuh sehat secara
keseluruhan.
Bernapas dengan teknik yang benar yaitu dengan menarik napas panjang
dan dalam, maka hal itu justru bisa membuat organ-organ dalam tubuh
Anda untuk bekerja secara optimal.
Caranya hirup napas dari hidung sebanyak-banyaknya sampai perut
membesar kemudian tahan untuk awalnya bisa 30 detik, lalu udara dibuang
melalui mulut sehingga perut mengempes lagi.
Paling bagus adalah jika menghirup, menahan napas dan membuang napas
dilakukan dalam jeda waktu yang sama. Misalnya menghirup napas 30
detik, menahan napas 30 detik dan membuang napas 30 detik.
Jika kemampuannya sudah meningkat waktunya untuk latihan napas ini bisa terus bertambah sesuai kemampuan masing-masing.
Apa manfaat melakukan latihan pernapasan?
berikut beberapa manfaat kesehatan dari menarik napas panjang:
1. Meningkatkan fungsi paru
Pernapasan dada yang pendek tidak menyediakan oksigen yang cukup dalam
darah, yang berarti bahwa kurang pula oksigen yang tersedia untuk
jaringan dan organ tubuh. Hal ini karena ketika orang menarik napas
cepat dan dangkal, paru-paru tidak cukup mengembang untuk memungkinkan
transfer maksimum oksigen ke dalam darah.
Sedangkan ketika Anda menarik napas dalam atau pernapasan diafragma
menyebabkan perut untuk lebih luas. Pernapasan diafragma dapat menarik
udara ke dalam lobus bawah paru-paru dimana sebagian besar terjadi
transfer oksigen.
2. Meningkatkan aliran limfatik (getah bening)
Dengan membantu mengembangkan paru-paru lebih penuh, pernapasan dalam
juga meningkatkan aliran cairan limfatik yang membantu mencegah infeksi.
Sistem limfatik bekerja dengan cara yang sama untuk sistem peredaran
darah.
Bila darah membawa oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh, getah bening
dapat mencegah tubuh dari penyebab penyakit seperti bakteri, infeksi
virus, zat-zat asing, mati sel-sel darah putih, racun dan limbah selular
lainnya.
Meski aliran getah bening harus diperbaiki untuk menghilangkan sisa
metabolisme dari tubuh, tapi seperti sistem peredaran darah sistem
limfatik pun tidak memiliki pompa sendiri. Sebaliknya, cairan getah
bening tergantung pada mekanisme pernapasan untuk membantu bergerak.
Jadi, pernapasan yang baik akan bisa meningkatkan aliran limfatik.
3. Meredakan stres
Pernapasan yang dangkal sering merupakan tanda terlalu banyak tekanan.
Akibatnya, sedikit oksigen yang mencapai otak dan otot-otot dalam tubuh.
Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan ketegangan fisik.
Salah satu cara untuk membuat tubuh rileks adalah dengan
berkonsentrasi pada pernapasan.Bernapas bisa sebagai teknik relaksasi
untuk mengelola stres dan sakit kepala. Kuncinya adalah fokus pada
menghilangkan ketegangan dengan bernapas melalui diafragma, mengisi
perut dengan udara.
Bernapas dalam dapat membantu mengurangi keparahan dan frekuensi
ketegangan sakit kepala yang berhubungan dengan stres, memperlambat
denyut jantung, tekanan darah rendah dan mengurangi kelelahan.
4. Mempercepat penurunan berat badan
Walaupun rahasia mempercepat metabolisme berat badan adalah dengan
membakar lemak, tapi latihan pernapasan dalam bisa menjadi bagian dari
yoga yang dapat membantu untuk menurunkan berat badan.
Pernapasan dalam membuat tubuh lebih mudah mendapatkan oksigen yang
dibutuhkan untuk proses metabolisme secara efisien. Teknik pernapasan
yang tepat sangat penting untuk latihan aerobik yang efektif juga,
sehingga dapat meningkatkan energi dan membuat Anda merasa lebih mudah
untuk terlibat dalam aktivitas fisik lebih kuat.
Kamis, 22 Maret 2012
Belajar Ilmu Telepati
Sebelumnya , adakah yang tahu apa itu telepati ??
Telepati berasal ari kata Tele yang berarti jauh dan Pathos yang berarti perasaan, jadi telepati secara harfiah dapat diartikan merasakan sesuatu dari jarak jauh.
Gejala Telepati dalam kehidupan sehari hari sering kita alami seperti adanya beberapa kelompok orang dimana salah satu melaksanakan buang air kecil maka beberapa orang lainya merasakan ingin melakukan buang air kecil juga.
Telepati akan mudah dirasakan oleh orang yang tidur akibat terhipmotis atau orang yang sengaja mengkonsentrasikan pikirannya untuk menerima telepati dengan cara mengosongkan pikiran selain untuk menerima telepati.
Namuan demikian bahwa setiap manusia akan bisa menerima telepati, karena manusia terdiri jasmani dan rohani dimana hubungan secara rohani atau kejiwaan telah terjalin antar manusia kususnya hubungan batin seperti orang tua dengan anaknya , saudara dengan saudra , dengan pacar.dan lain lain.
Telepati adalah ilmu yang bebas nilai artinya bila digunakan oleh orang yang baik telepati menjadi baik, dan bila digunakan oleh orang jahat maka telepati hasilnya akan buruk. Telepati akan kacau atau tidak berhasil bilamana pikiran kita kotor akibat kesalahan kita semdiri seperti minum alkohol mengingat alkohol merusak pikiran.
Dalam belajar telepati kita tidak perlu mempermasalahkan jarak karena telepati tidak mengenal jarak karena telepati menggunakan jiwa atau batin.
Cara cara paling mudah untuk belajar konsentrasi adalah dengan hal hal yang sederhana seperti :
1.Menghitung bilangan ganjil mulai dari 1,3,5 sampai 99
2.Menghitung bilangan genap mulai dari 2,4,6 sampai 100
3.Menghitung mundur bilangan ganjil 99,97.95 sampai 1
4.Menghitung mundur bilangan genap 100.98.96. sampai 0
5.Menghafal huruf a – z dihitung maju dan mundur
6.Bila cara tersebut telah sering anda lakukan maka bisa dilanjutkan dengan gambar titik bundar dalam kertas sebesar 5 mm di kertas putih dengan warna titik titik yang berbeda seperti kuning, merah, hijau biru dan lain lain, te,pelkan pada tembok setinggi pandangan anda Pilih salah satu titik dan pandanglah dengan tajam tanpa berkedip setelah 2 menit gelengkan kepala anda namun pandangan tetap pada titik yang anda pilih.
Kuatnya pancaran gelombang telepati sangatlah ditentukan dari kekuatan batin dan hal ini bisa dilakukan dengan cara meditasi atau pernafasan diam / tanpa gerak. Gerak jurus tenaga dalam atau dzikir bagi muslim.
Meditasi Dalam ilmu telepati ada 2 jenis meditasi yang memiliki peran dalam meningkatkan kekuatan telepati sekaligus hipnotisme maupun magnetisme. Meditasi tersebut yaitu :
1.Meditasi halus
Melakukannya cukup dengan duduk tegak seluruh badan dikendorkan konsentrasi dipusatkan pada nafas halus seolah olah anda tidak bernafas, dan akan lebih baik lagi bila mana saat bernafas halus disertai dengan dzikir bagi muslim atau menyebut nama Tuhan sesuai dengan agamanya masing masing.
Meditasi halus sangat berfungsi untuk memperkuat batin dan yang lebih penting meningkatkan kepekaan batin dalam menerima getaran halus dari luar diri.
2.Meditasi Keras
Melakukannya dengan cara olah nafas yaitu menarik nafas, menahan nafas dan menghembuskan nafas hal ini dilakukan dengan cara :
Duduk meditasi
Seluruh benda yang menempel di badan dikendorkan semua
Pejamkan mata pusatkan konsentrasi
Pertemukan kedua tangan dengan mengadu sela sela jari tekan keduannya hingga menimbulkan getaran.
Lakukan nafas segitiga yaitu menarik nafas, menahan nafas dalam perut bukan dada, dan menghembuskan nafas dalam jumlah waktu * detik ) yang sama.
Lakukan meditasi keras ini dengan waktu selama 5 menit atau lebih lama akan lebih baik sesuaikan dengan kemampuan anda.
Dengan berlatih telepati seperti diatas maka kepekaan batin akan meningkat dan kami mengharapkan amda untuk melakukan dengan tujuan yang baik isilah batin anda dengan hal hal positif, hal hal yang menyenangkan demi kesehatan tubuh. Dengan demikian dimasa yang akan datang anda akan selalu sabar, sehat berfikir, melakukan tindakan selalu atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa dan anda merasa dengan dengan Sang Pencipta Alam.
Untuk membuktikan daya kekuatan batin anda, anda bisa berlatih dengan orang yang dekat dengan anda, seperti orang tua, saudara atau teman anda dengan cara membayangkan wajahnya, dengan cara begitu mereka akan merasa anda panggil. Telepati bagaikan telpon namun tidak memerlukan kabel dan tidak dibatasi oleh jarak.
Demikian tulisan ini semoga bermanfaat bagi pemula yang berminat untuk mengerti dan mendalami mengenai telepati dan tulisan kami ini didasarkan juga pada pengalaman serta saduran dari Buku Praktek Menguasai dan mendayagunakan Telepati, yaitu Komunikasi magis Jarak Jauh !!!
Selamat Belajar Telepati .
Bangkitkan energi jasmani lewat olah nafas
Bernafas adalah Langkah Pertama dan Utama untuk membentuk energi
jasmaniah yang besar. Kesehatan tubuh menjadi bagian yang setaraf
dengan kesehatan sel. Anda bisa hidup tanpa makan selama beberapa hari,
dan tidak minum selama 48 jam. Namun Anda tidak akan bisa hidup jika
tidak bernafas selama lebih dari 6 menit. Banyak orang tidak tahu cara
bernafas yang sehat. Dalam bernafas, sebagian besar orang hanya
menggunakan kurang dari 1/3 kemampuan paru-paru, padahal udaranya
melimpah secara cuma-cuma!
Oksigen sangatlah penting guna pembentukan sel secara baik dan sehat. Kualitas hidup Anda bergantung pada kualitas sel yang ada di dalam diri Anda. Dengan demikian, memasok oksigen dalam jumlah besar ke dalam tubuh Anda, akan melahirkan energi dalam jumlah besar pula.
Di sini, saya akan menyampaikan 2 Metode Pernafasan:
PERTAMA: Pernafasan Bersih Pengosongan Udara.
*Cara pernafasan ini dapat membersihkan sel-sel darah dari segala kotoran yang dapat menyumbat alirannya.
*Lakukan caranya di bawah ini:
*Cara pernafasan ini untuk mendapatkan energi baru bagi tubuh Anda.
*Lakukan caranya di bawah ini:
Oksigen sangatlah penting guna pembentukan sel secara baik dan sehat. Kualitas hidup Anda bergantung pada kualitas sel yang ada di dalam diri Anda. Dengan demikian, memasok oksigen dalam jumlah besar ke dalam tubuh Anda, akan melahirkan energi dalam jumlah besar pula.
Di sini, saya akan menyampaikan 2 Metode Pernafasan:
PERTAMA: Pernafasan Bersih Pengosongan Udara.
*Cara pernafasan ini dapat membersihkan sel-sel darah dari segala kotoran yang dapat menyumbat alirannya.
*Lakukan caranya di bawah ini:
- Hirup udara melalui hidung dengan hitungan sampai 4. Penuhi ruangan paru-paru Anda dengan udara.
- Tahan udara yang masuk ke dalam tubuh Anda hingga mencapai hitungan ke 10.
- Kosongkan udara melalui mulut Anda lewat sela-sela gigi, secara perlahan sampai mencapai hitungan ke 5.
- Latih terus cara ini dengan menambah waktu saat menahan udara dalam tubuh lalu kosongkan udara melalui mulut, dengan hitungan setengah dari hitungan penahanan nafas. Misalnya, jika Anda menahan nafas hingga hitungan ke 12, maka Anda harus mengeluarkan nafas hingga hitungan ke 6. Jika Anda menahan nafas hingga mencapai hitungan ke 16, Anda harus mengosongkannya hinga hitungan ke 8. Setelah itu, Anda harus menambah jumlh hitungannya secara bertahap dan perlahan-lahan. Tidak ada batasan hitungannya, semuanya Anda tetapkan sendiri untuk diri sendiri.
*Cara pernafasan ini untuk mendapatkan energi baru bagi tubuh Anda.
*Lakukan caranya di bawah ini:
- Hirup udara melalui hidung hingga mencapai hitungan ke 4.
- Keluarkan udara melalui mulut hingga hitungan ke 4. Pada saat Anda mengeluarkannya, keluarkan udara itu seperti ketika meniup memadamkan lilin.
- Lakukan latihan ini sebanyak 10 kali dalam satu waktu.
Berlatih Teknik Relaksasi Pernapasan
Anda akan saya ajarkan, bagaimana cara relaksasi
tersebut. Dalam persepsi kebanyakkan orang, kata “relaksasi” seringkali
diidentikkan dengan “kemalasan”, atau suatu cara untuk bermalas-malasan
dengan sah. Relaksasi itu bukan suatu bentuk kemalasan.
Relaksasi adalah suatu cara untuk menenangkan fisik, pikiran dan jiwa dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari. Sangat
berbeda dengan “kemalasan”. Sebenarnya, “malas” adalah suatu masalah di
dalam pikiran, bahkan di dalam jiwa; dimana “si pemalas” secara tidak
sadar menganggap bahwa bermalas-malasan adalah suatu cara terbaik untuk
hidup. Pahamilah, bahwa rileks dan santai dalam hidup tidak berarti malas.
Dengan Teknik Relaksasi Pernafasan ini, kita
bisa memakai beberapa postur tubuh untuk memudahkan kita sampai pada
posisi rileks yang dikehendaki; sekaligus dengan postur tubuh tersebut,
kita akan mendapatkan stimuli yang dibutuhkan syaraf-syaraf tertentu.
Teknik Relaksasi ini sebenarnya
juga bertujuan untuk mengaktifkan kekuatan energi dari otak kanan, yaitu
bagian otak yang mengurusi masalah emosi dan imajinasi manusia.
LANGKAH-LANGKAH TEKNIK RELAKSASI PERNAFASAN:
-
Langkah Pertama:Posisi : duduk tegak, tidak ada gerakan fisik, mata terpejam. Telapak tangan menutup dan menempel di atas paha.
Nafas : bernafas Teknik gabungan, normal sewajarnya.
Waktu : 5 – 10 menit.
Setelah duduk tegak dan memejamkan mata dengan
perlahan, mulailah dengan mengendurkan seluruh otot tubuh Anda. Mulai
dari otot leher dan bahu, lemaskan secara perlahan-lahan. Setelah itu
cobalah ke bagian tubuh lain yang masih tegang.
Mulailah mengeksplorasi setiap bagian tubuh
dengan visualisasi pikiran, dari ujung jari kaki naik perlahan ke atas
sampai ke ubun-ubun kepala. Mata Anda tetap terpejam dengan rileks.
Setelah seluruh tubuh terasa kendur, lemas dan nyaman; nikmatilah posisi tersebut beberapa saat dan tenangkan nafas, lambatkan ritmenya tanpa ada penahanan sama sekali. Usahakan seluruh tubuh Anda merasa nyaman.
Setelah seluruh tubuh terasa kendur, lemas dan nyaman; nikmatilah posisi tersebut beberapa saat dan tenangkan nafas, lambatkan ritmenya tanpa ada penahanan sama sekali. Usahakan seluruh tubuh Anda merasa nyaman.
-
Langkah Ke dua:Posisi : duduk tegak, tidak ada gerakan fisik, mata terpejam. Telapak tangan membuka, punggung tangan menempel di atas paha.
Nafas : bernafas Teknik gabungan, normal sewajarnya.
Waktu : 5 – 10 menit.
Posisi seperti yang Anda lakukan di Langkah
Pertama, tetapi posisi telapak tangan membuka ke atas dengan punggung
tangan menempel di paha.
Rasakan saja dengan seluruh bagian tubuh Anda;
suasana, situasi ataupun kondisi ruangan tempat Anda sedang berlatih.
Setelah seluruh tubuh Anda merasa nyaman, arahkan perhatian ke pusat
telapak tangan yang terbuka. Rasakan sensasi atau getaran atau apapun
itu, yang terjadi di telapak tangan.
-
Langkah Ke tiga:Posisi : berdiri tegak, mata terpejam, kedua tangan di samping tubuh.
Nafas : bernafas Teknik gabungan, normal sewajarnya.
Waktu : 5 – 10 menit.
Setelah posisi berdiri Anda terasa enak dan
nyaman, tempatkan sebagian perhatian anda pada kedua belah tangan, mulai
dari bahu perlahan turun ke lengan atas, siku sampai lengan bawah dan
akhirnya telapak tangan. Arahkan perhatian pada pusat telapak tangan.
Setelah beberapa saat mungkin Anda akan
merasakan suatu sensasi di telapak tangan atau getaran di lengan dan
bahu. Ikuti saja bila getaran atau tenaga tersebut akhirnya mengangkat
lengan naik perlahan, kemudian turun lagi. Ikuti terus getaran atau
sensasi lainnya yang mengangkat lengan Anda tanpa tenaga otot itu.
Terangkat dengan sendirinya, bukan atas kemauan Anda.
Bila Anda tergolong orang yang kurang peka
sehingga tidak merasakan apa-apa, tenang dan rileks saja terus. Hal ini
tidak berarti Anda gagal atau tidak mendapatkan manfaat dari latihan
ini. Latihan ini bukan sekedar fisik, tetapi juga olah pikiran dan jiwa.
-
Langkah Ke empat:Posisi : berdiri tegak, mata terpejam, telapak tangan saling berhadapan di depan dada tetapi tidak bersentuhan (ada jarak).
Nafas : bernafas Teknik gabungan, normal sewajarnya.
Waktu : 5 – 10 menit.
Setelah posisi Anda nyaman, tempatkan sebagian
perhatian anda pada kedua tangan, mulai bahu perlahan turun ke lengan,
siku sampai lengan bawah & kemudian telapak tangan. Arahkan
perhatian Anda pada pusat telapak tangan.
Setelah beberapa saat mungkin Anda akan
merasakan sensasi atau getaran tenaga pada telapak tangan. Bila sensasi
atau getaran tenaga pada telapak tangan terasa menggerakkan tangan anda,
ikuti saja gerakannya, jangan dilawan. Ikutilah terus gerakan tangan
anda tanpa tenaga otot tersebut.
Kalau Anda mau
melatih Teknik Relaksasi Pernafasan seperti uraian saya di atas ini,
maka Anda akan merasakan bertambahnya energi dalam diri Anda semakin
hari menjadi semakin besar dan kuat. Sehingga dengan demikian, kehidupan
sehari-hari Anda akan selalu diwarnai kegembiraan, dan kesehatan yang
Luar Biasa Prima.
Problem kesehatan Anda akan menjadi
hilang-sirna seketika, begitu Anda melakukan Latihan Teknik Relaksasi
Pernafasan ini. Dan digantikan dengan kesehatan dan kekuatan lahir-batin
Anda yang Luar Biasa Prima! Selamat mencoba melakukan latihan ini…dan
Anda akan merasakan, bangkitnya “energi dalam” atau “inner power” diri
Anda yang selama ini terabaikan karena kesibukan Anda sehari-hari.
TEKNIK PERNAFASAN DASAR:
1. NAFAS PERUT
Mulailah menarik nafas dan biarkan udara masuk sedalam mungkin ke dalam perut, sehingga perut menjadi menggembung. Perhatikan perut anda. Saat menarik nafas, perut akan menggembung dan saat menghembuskan nafas, perut mengempis.Kebiasaan yang sering tidak kita sadari adalah pada saat menarik nafas, justru perut mengempis.
Sebaliknya pada saat menghembuskan nafas, perut menggembung. Pada
gilirannya cara bernafas yang salah seperti ini akan membebani banyak
sekali organ dalam tubuh, sehingga kita lebih rentan terhadap penyakit.
Lakukan teknik ini dengan posisi duduk tegak, bukan berdiri atau tiduran. Anda bisa melakukannya dengan duduk di atas kursi atau duduk bersila di lantai. Lakukan teknik ini beberapa kali sampai Anda terbiasa.
Lakukan teknik ini dengan posisi duduk tegak, bukan berdiri atau tiduran. Anda bisa melakukannya dengan duduk di atas kursi atau duduk bersila di lantai. Lakukan teknik ini beberapa kali sampai Anda terbiasa.
2. NAFAS DADA
Caranya sama dengan Nafas Utama Perut. Hanya perhatian Anda arahkan ke bagian dada. Pada saat menarik nafas, dada mengembang dan saat menghembuskan, dada mengempis.
Perhatikan bahwa posisi latihan dan istirahat tetap sama, yaitu duduk tegak, bukan berdiri atau lainnya. Lakukan teknik ini beberapa kali sampai Anda terbiasa.
3. NAFAS PUNDAK
Caranya sama seperti Nafas Perut & Dada. Kali ini arahkan perhatian Anda ke pundak.
Saat menarik nafas, bawalah udara sampai ke bagian pundak atau dada atas; sehingga pundak akan naik. Saat menghembuskan nafas, pundak turun kembali ke posisi biasa.Posisi latihan ini juga sama dengan latihan nafas perut dan dada. Anda boleh duduk di kursi atau duduk bersila di lantai. Yang penting Anda melakukannya dengan duduk tegak, bukan dengan berdiri. Lakukan teknik ini beberapa kali sampai Anda terbiasa.
Saat menarik nafas, bawalah udara sampai ke bagian pundak atau dada atas; sehingga pundak akan naik. Saat menghembuskan nafas, pundak turun kembali ke posisi biasa.Posisi latihan ini juga sama dengan latihan nafas perut dan dada. Anda boleh duduk di kursi atau duduk bersila di lantai. Yang penting Anda melakukannya dengan duduk tegak, bukan dengan berdiri. Lakukan teknik ini beberapa kali sampai Anda terbiasa.
TEKNIK PERNAFASAN GABUNGAN: Nafas Perut, Nafas Dada & Nafas Pundak
Tariklah nafas sedalam mungkin, perut
menggembung, dada mengembang dan pundak naik—tanpa ditahan. Kemudian
hembuskan nafas, perut mengempis, dada & pundak kembali ke posisi
semula.Lakukan teknik ini terus berulang-ulang sampai anda
sudah terbiasa & wajar. Ingat, posisi saat latihan adalah sama
dengan posisi di ketiga teknik sebelumnya.
Anda harus membiasakan teknik bernafas dengan cara pernafasan gabungan ini sehari-hari, menggantikan kebiasaan bernafas yang seenaknya sendiri dan salah caranya. Mungkin pada awalnya Anda merasa agak sulit, tetapi kalau anda sudah terbiasa maka hal itu akan berlangsung secara otomatis dan wajar.
Anda harus membiasakan teknik bernafas dengan cara pernafasan gabungan ini sehari-hari, menggantikan kebiasaan bernafas yang seenaknya sendiri dan salah caranya. Mungkin pada awalnya Anda merasa agak sulit, tetapi kalau anda sudah terbiasa maka hal itu akan berlangsung secara otomatis dan wajar.
PRANA ALIAS CHI YANG MENYEMBUHKAN
Bagi terapis prana, alam menyediakan energi yang luar biasa besar dan bebas untuk diambil. Dengan kemampuannya ia mengumpulkan tenaga dari alam, mengolahnya di dalam tubuh, dan memancarkannya kepada orang yang sakit untuk mendeteksi dan menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Prana, yang dianggap sebagai energi hidup atau energi vital itu, sudah dipercaya keberadaanya sejak ratusan tahun silam. “Orang Cina menyebutnya chi, sementara di Polinesia dikenal dengan istilah manna. Ada juga yang menamainya energi bioplasmik. Sedangkan di India, dan juga Indonesia, dikenal sebagai prana,” kata Drs. Indra Gunawan, MBA, Ketua Yayasan Prana Indonesia.
“Prana yang berarti sinar suci Alam adalah zat yang menghidupkan,” kata Drs. IGK Putra Wirawan, pengusada (penyembuh, terapis) prana pada Klinik Prana Murti, Depok, Jawa Barat.
Energi ini terdapat di mana-mana di alam semesta, entah di tanah, atmosfer, pohon, dsb. dengan kadar kekuatan yang berbeda-beda. “Namun yang paling besar getarannya adalah prana yang bersumber dari matahari, bumi, dan udara atau alam,” tutur Putra Wirawan.
Energi prana, menurut Indra Gunawan, bersifat siap pakai, dan kegunaannya pun bermacam-macam. Yang menarik, selain dimanfaatkan sebagai unsur penting dalam upaya beladiri pada seni beladiri, tambah Gunawan, energi tak kasat mata itu bisa untuk kesehatan atau terapi berbagai penyakit.
Sudah barang tentu, agar bisa memanfaatkan tenaga prana untuk kepentingan seperti itu, orang harus berlatih secara khusus; biasanya itu dilakukan di perkumpulan olahraga seni beladiri tertentu. Manakala seluruh cakra (inti kekuatan atau pusat energi yang ada di dalam tubuh manusia) “terbuka”, menurut Putra Wirawan, orang akan mampu menarik prana alam secara maksimal. Orang dengan tingkatan ini akan punya kemampuan mengobati penyakit.
Medis dan nonmedis
Menurut Putra Wirawan, penyakit yang bisa ditangani bukan hanya yang bersifat medis tetapi juga nonmedis macam santet atau gangguan roh halus. Penyakit atau gangguan yang diderita pasien bisa dideteksi dengan getaran lewat kepekaan, terutama cakra tangan.
Konon, kalau sekadar gangguan seperti pening atau sakit gigi, itu mudah sekali diobati. Sakit kepala karena migren, misalnya, cukup enam kali terapi. Yang juga tergolong mudah diobati antara lain kanker prostat, kanker otak, gegar otak, kanker atau tumor lever, kanker usus, dan usus buntu.
Sementara itu penyembuhan penyakit sistemik tampaknya makan waktu lebih. “Penyakit diabetes stadium satu atau dua bisa sembuh total dengan 15 – 20 kali terapi. Stadium tiga atau empat bisa sembuh kendati lebih sulit. Tapi paling tidak pasien akan terbebas dari obat setelah menjalani terapi 20 kali. Bahkan penderita diabetes stadium empat pun ada yang sembuh, setelah diterapi selama 3 – 4 bulan dengan kadar gula darah tinggal 98,” katanya.
Begitu juga dengan gejala penyakit jantung, semisal penyumbatan pembuluh darah di jantung. Jantung bengkak memerlukan terapi 6 – 10 kali. Jantung koroner 10 – 20 kali, tergantung penyempitannya. Yang sudah berat, 15 – 25 kali terapi tetapi sesudahnya perlu mengontrolkan diri pada terapis prana.
Penderita asam urat tinggi sehingga lumpuh pun bisa memanfaatkan terapi prana ini. “Pernah ada penderita asam urat tinggi yang sudah nggak bisa jalan saya tolong, dan pulangnya lari,” akunya.
Yang juga dikeluhkan para pasien yang mendatangi kliniknya adalah kemandulan. Mereka umumnya sudah 5 – 10 tahun menikah tapi belum mempunyai anak karena salah satu dari pasangannya ternyata tidak subur. Dalam kasus ini sering ditemukan kista pada kandungan, saluran indung telur menyempit atau lengket, dsb. “Dengan prana ternyata bisa diatasi dan sudah banyak pasangan yang berhasil punya anak,” tuturnya.
Virus lebih sulit
Tanpa bermaksud jumawa, Wirawan mengaku, lebih dari 98% penyakit yang diderita manusia bisa disembuhkan. Di dalamnya termasuk penyakit jiwa yang bukan karena keturunan dan berbagai penyakit yang dari sisi medis tidak bisa disembuhkan. Epilepsi, misalnya, bisa sembuh dengan beberapa kali terapi.
Namun, menurut dia, ada juga penyakit yang sulit disembuhkan yakni patah tulang, ambeien berat, dan penyakit karena virus. “Tapi kalau tulang patah itu dibetulkan posisinya oleh dokter atau ahli urut, akan cepat sembuh bila dibantu dengan prana. Sedangkan ambeien yang sudah parah itu sulit, tapi kalau masih gejala masih bisa dengan beberapa kali terapi prana.”
Kendati demikian Wirawan mengaku, “Kami sudah mampu menyembuhkan dua orang penderita AIDS. Juga kanker darah dengan kira-kira 15 kali terapi.”
Putra Wirawan yang bertutur kata lembut itu menyarankan, sebaiknya pasien datang sekali sehari, terutama kalau penyakitnya tidak parah. Untuk penyakit-penyakit tertentu, seperti penyakit kanker superganas, bisa dua kali sehari – pagi dan sore. Tenggang waktu antara terapi satu dengan yang lain paling tidak 5 atau 6 jam, tapi disarankan 24 jam. Sebab, organ yang sakit juga perlu waktu untuk proses penyembuhan. “Kami sarankan, tenggang waktu pengobatan tidak lebih dari seminggu, karena kalau lebih dari itu penyakit akan tumbuh lagi,” katanya.
Dalam praktiknya pasien tidak diberi obat atau ramuan apa pun, kecuali air yang diisi kekuatan prana. “Itu pun terutama untuk orang yang kecanduan narkotika. Juga tak ada pantangan khusus, kecuali yang disesuaikan dengan ilmu kedokteran. Misalnya, bagi penderita asam urat tinggi, ya kurangi makan kacang-kacangan, emping, kangkung, dan buncis,” ujarnya.
Sementara itu Klinik Prana Utama, Sunter, Jakarta Utara menerapkan penyembuhan dengan tenaga prana ala Choa Kok Sui (seperti tertulis dalam buku Penyembuhan Dengan Tenaga Prana karangan Choa Kok Sui). Klinik itu juga mengklaim bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Mulai dari sakit kepala, patah tulang, gegar otak, cedera punggung, luka bakar, sulit tidur, kista, infeksi, glaukoma, katarak, berbagai penyakit kulit, jantung, stroke, pernapasan, pencernaan, kolesterol, wasir, gangguan ginjal, kemandulan, leukemia, radang otak, kanker, tumor, dll.
Menurut Indra Gunawan, pengusada prana dengan teknik Choa Kok Sui menganjurkan, pasien tidak mandi beberapa waktu, 10 – 12 jam, supaya energi yang disalurkan meresap ke dalam tubuh. “Ada baiknya juga pasien pantang minuman beralkohol dan makanan berlemak, tidak merokok, dll.,” kata Gunawan.
Lama penyembuhan, menurut Gunawan, tergantung parah tidaknya penyakit, dan cukup tidaknya pemberian prana umumnya akan terasakan oleh si pasien, “Waktunya bisa seperempat hingga satu jam. Ada yang merasakan pusing kalau kelebihan dosis prana,” jelas Indra Gunawan.
Sementara itu, menurut Putra Wirawan, pengusada mumpuni bisa merasakan cukup tidaknya prana yang dibutuhkan oleh pasien. “Kalau telapak tangan tidak lagi merasakan getaran, itu pertanda keperluan prana sudah cukup. Tapi bagi yang kurang peka ukuran cukup tidaknya prana berdasarkan waktu, biasanya 10 – 15 menit untuk satu lokasi penyakit,” katanya.
Ketidakseimbangan energi
Dalam pandangan Wirawan, penyembuhan dengan prana mendasarkan diri pada ilmu Yoga. Dalam Yoga tubuh manusia diyakini terdiri atas badan kasar (hangga salira) dan badan halus (astral salira). Badan halus terbagi lagi atas antah salira dan sukma salira. “Kedua badan ini bisa sakit,” jelasnya.
Menurut dia, jika diraba dengan kekuatan getaran, badan halus manusia berupa lapisan-lapisan yang disebut aura dan ada kalanya cekung atau menggelembung.
Pada bagian tubuh yang sakit, menurut Wirawan, diyakini terdapat vitalitas usang. Nah, dalam proses pengobatan, vitalitas usang itu dibuang, dan diganti dengan vitalitas yang masih fresh. Vitalitas itu sesungguhnya prana. “Dokter mengobati badan kasar, dan kalau sembuh, badan halus ikut sembuh. Sedangkan terapi prana mengobati kedua-duanya. Badan kasar dipulihkan, badan halus disembuhkan,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan oleh Indra Gunawan. Dari sudut pandang prana, penyakit muncul karena tak seimbangnya energi dalam tubuh. Bisa jadi auranya menipis, menebal lantaran “kotor” atau bocornya energi. “Jadi, prinsip penyembuhan dengan prana adalah memperbaiki bagian aura yang tidak sempurna atau tidak seimbang,” tegasnya.
Penyakit, tambah Indra Gunawan, umumnya hinggap di tubuh bioplasmik (aura) terlebih dahulu sebelum ke organ fisik. Misalnya, sebelum jantungnya sakit, tubuh bioplasmik yang berada di luar tubuh sudah menampakkan kelainan. “Namun dalam kasus kecelakaan, yang lebih dulu rusak fisik, menyusul kemudian bioplasmik,” jelasnya.
Beberapa faktor, kata Gunawan, ikut berperan dalam proses penyembuhan. Yakni kepercayaan diri, keterampilan, dan tingkat spiritual yang ada pada diri penyembuh. “Sikap penerimaan pasien juga ikut menentukan. Makin reseptif, makin baik. Yang penting tidak menolak. Sebab, menolak seperti halnya membentengi diri dari energi yang akan masuk.”
Dalam praktiknya Choa Kok Sui menggunakan metode penyembuhan beberapa tahap. Mula-mula dilakukan penelusuran (scanning) untuk mengetahui bagian bioplasmik yang menebal maupun menipis. Kemudian dilanjutkan penyapuan (wipping), meliputi penyapuan umum (seluruh tubuh), dan penyapuan lokal pada bagian yang sakit. Perlu tersedia wadah berisi air garam untuk “melarutkan” penyakit atau kekuatan-kekuatan negatif. Atau, bisa juga dengan membayangkan kobaran api biru. Baru dilanjutkan dengan penyaluran energi. Dalam hal ini penyembuh mengambil prana dari udara lalu mengalirkannya ke bagian tubuh pasien yang sakit.
Dalam proses penyembuhan dengan prana, menurut Indra Gunawan, selain memberikan energi ke bagian yang sakit, juga memperbaiki cakra tertentu. Kalau penyakit berkaitan dengan sesak napas, selain paru-paru juga digarap kerongkongan, solar flexus, juga cakra pusar, dan cakra ajna. Kalau sakit perut, yang digarap tentu bagian pencernaan dan cakra pusar.
Bagi pengusada yang sudah kampiun, berdasarkan teknik Choa Kok Sui, prana masih bisa dipilah lagi menjadi warna-warni pelangi. “Penyembuh tingkat mahir bisa mengambil prana tertentu. Misal, untuk penyapuan digunakan prana hijau. Prana hijau punya efek netral dan bisa diterapkan pada bagian mana pun. Hijau juga mematikan kuman atau bakteri. Sementara bagi yang belum mencapai tingkat lanjut, untuk penyapuan menggunakan prana putih,” jelas Indra Gunawan.
Wujud prana tergantung niatnya
Dibandingkan dengan teknik Choa Kok Sui, prosedur penyembuhan prana ala Prana Murti secara garis besar sama. Hanya saja dalam tahap penyapuan, pengusada di klinik Prana Murti “menarik” kekuatan negatif dari tubuh pasien untuk ditransit ke hidung, tapi tidak sampai tertelan, kemudian dibuang. “Telapak tangan terasa kencang dan kadang panas. Penyakit makin parah ditandai oleh telapak tangan makin terasa panas. Kalau di tubuh pasien terdapat kekuatan negatif, telapak akan terasan gatal,” kata Wirawan yang belajar menyembuhkan sejak kelas IV SD.
Langkah berikutnya mendeteksi jenis penyakit – medis atau nonmedis. Kalau penyakit itu ternyata karena santet, pengaruh santet harus dibuang terlebih dulu. Kalau kekuatan santet lebih lemah dari penyembuhnya, akan mudah tersedot atau terbuang. Begitu pengaruh santet hilang, tubuh diproteksi agar kekuatan santet tidak masuk lagi. Selanjutnya, pada bagian tubuh yang sehat ditransfer kekuatan prana. Setiap organ, misalnya usus besar, dideteksi dengan getaran. “Bila organ sehat, akan memberikan respons berupa getaran. Jika tak ada respons, berarti ada masalah,” jelas Wirawan.
Organ lever dideteksi lebih lanjut juga dengan sarana getaran untuk mengetahui apakah ada tumor, kanker, atau penumpukan lemak. “Dalam waktu lima menit bisa dideteksi dan didiagnosis penyakitnya secara komplit,” katanya.
Seumpama pada titik tertentu terdapat kanker dan sudah menyebar, maka perlu dideteksi bagian lain lagi, seperti lever, paru-paru, pankreas, dsb. Stadium penyakit kanker juga bisa diketahui lewat getaran cakra tangan.
Ketika melakukan penyembuhan, pengusada di Klinik Prana Murti senantiasa dibarengi dengan ucapan niat dan doa, “Ya, Tuhan karuniailah hambaMu kekuatan untuk memusnahkan penyakit apa pun dalam tubuh ini sampai ke akar-akarnya.”
Prana yang digunakan untuk penyembuhan itu dihimpun lewat cakra tangan atau cakra lain, kemudian “diproses”, dan dikeluarkan lagi sebagai “obat”. “Tetapi prana itu belum sesuai dengan kehendak kita untuk apa. Masih murni. Prana disalurkan ke cakra pusar untuk ‘diproses’. Kemudian dipancarkan ke sasaran lewat cakra tangan kanan,” ujar Putra Wirawan.
Kalau diniatkan panas, misalnya untuk membakar kanker agar musnah sampai ke akar-akarnya, maka yang keluar hawa panas atau kekuatan api. Lama-kelamaan kanker itu akan mati. Kalau berniat mengobati sakit bengkak dan mohon sehat sempurna, pasien akan merasakan sensasi dingin. “Jadi, prana ‘diproses’ sesuai dengan niatnya untuk apa,” tegasnya.
Bagi yang mampu melihat dengan mata batin, sinar prana yang terpancar akan tampak berwarna sesuai dengan kehendaknya. Seumpama niatnya untuk membakar, maka sinar merah yang akan tampak. Seperti yang dialami Ny. Nyoman S. yang juga seorang pengusada prana.
“Ketika melakukan terapi pada pasien tumor otak kecil, di bagian kepala belakang muncul sinar merah. Pada pasien jantung, tampak ada sinar berwarna pada bagian yang diterapi. Ketika mengobati kista, kelihatan warna putih. Warna itu muncul dengan sendirinya, tanpa diminta,” tutur Ny. Nyoman.
Terapi jarak jauh
Dengan tenaga prana, pasien bisa disembuhkan dari jarak jauh. “Pasien di Belanda, Australia, atau Hongkong, bisa diobati dari sini. Dengan sarana foto pasien, pengusada berimajinasi berada di depan pasien, atau sebaliknya pasien berada di hadapannya. Selanjutnya dideteksi, diagnosis lewat getaran, lalu diterapi,” tutur Putra. Prinsip pengobatan jarak jauh maupun jarak dekat (langsung) sama saja.
Di samping untuk menyembuhkan orang lain, tenaga prana juga bisa untuk menyembuhkan diri sendiri. Prosedur atau tekniknya sama saja. Bahkan, menurut Putra Wirawan, untuk menyembuhkan diri sendiri selain menggunakan cakra tangan, bisa juga dengan meditasi – menarik prana ke cakra pusar dan membiaskannya ke seluruh tubuh, lalu mengendapkannya ke bagian yang sakit.
Karena energi prana juga terdapat pohon, maka memeluk pohon rindang bagi orang awam baik untuk menjaga kesehatan. “Duduk hening di bawah pohon atau meditasi mungkin bisa menyembuhkan stres. Stres hilang, organ hormonal dalam tubuh berfungsi normal, dan orang itu menjadi sehat,” kata Indra Gunawan.
Memeluk atau duduk di bawah pohon, lanjut Indra, hanya menambah energi, belum sampai penyembuhan total. Mungkin lebih untuk memulihkan energi yang hilang. “Kalau ia sakit, dengan cara begitu belum tuntas penyembuhannya,” katanya.
Teknik Melatih Kemampuan Indera Ke enam
Gunakan
kemampuan anda untuk membantu diri sendiri dan orang lain, tetapi bukan
untuk pamer. Kemampuan ahli penerawang anda adalah kehidupan anda dan
bukan untuk menjadi pusat perhatian. Penyalahgunaan kemampuan ahli
penerawang oleh seseorang dapat mengakibatkan kemampuan tersebut
berbalik menghancurkan diri sendiri.
Kemampuan ahli penerawang adalah kemampuan untuk mendapatkan
informasi, Energy, atau kekuatan di dalam kesadaran kosmik, Serta
kemampuan untuk memamfaatkan informasi, energy, atau kekuatan yang telah
di peroleh.Saya akan memperlihatkan cara untuk menciptakan sasaran ahli penerawang yang berguna bagi anda. Cara tersebut dapat membantu anda untuk mencapai sesuatu yang benar-benar anda inginkan, kuncinya, anda benar-benar menghendakinya. Banyak orang berharap agar terjadi perubahan. Tetapi, yang terjadi hanya sampai pada tahap harapan. Mereka tidak mempunyai keinginan kuat untuk melakukan perubahan. Agar harapan anda bisa menjadi kenyataan, anda harus mengikuti Hukum alam semesta.
Keempat unsur berikut diperlukan untuk pencapaian kemampuan Indera keenam:
1. Memiliki Harapan
2. Menciptakan Impian (Visualisasi )
3. Melepaskan Impian kedalam Pikiran Agung (Kepercayaan dan komitmen) Sambil tetap mempertahankan Visualisasi
4. Melakukan Tindakan Konstruktif (Latihan mengendalikan dan mengarahkan impian)
Untuk menjadi seorang ahli penerawang, anda hanya perlu mempelajari bagaimana agar otak memasuki alpa atau theta secara sengaja, visualisasi merupakan kunci untuk mencapai gelombang otak theta berdasarkan kehendak sendiri dan kemudian menggunakan keadan itu untuk mencapai keadaan ahli penerawang. Anda cukup memejamkan mata, kemudian anda melakukan sejumlah latihan relaksasi, visualisasi bisa juga dengan meditasi dan membaca mantra maupun do’a.
Mata penglihatan/ cakra ajna:
Sebagian besar ahli penerawang banyak menggunakan indera penglihatan di dalam karya ahli penerawang mereka. Ada dua macam penglihatan ahli penerawang: Pertama, Menyangkut penglihatan citra, pemandangan, atau berbagai mahluk yang ada di dalam pikiran kita. Kedua, Menyangkut penglihatan citra, pemandangan, atau berbagai mahluk yang berada di luar pikiran kita. Dalam konteks ini, mahluk yang di maksud misalnya hantu, arwah, atau bias dengan merasakan kehadiran bahkan menyentuh entitas lain.
Membuat Peka Mata Bathin/Penglihatan :
1. Pada malam hari, tanpa lampu yang menyala, tengoklah di sekeliling anda. Pelajari dan kenali bentuk yang anda lihat. Lakukan hal ini di tempat tidur ,diranjang anda, di halaman ruma, ketika anda berjalan-jalan di tempat lain.
2. Pada saat ada mengenali bentuknya, katakanlah di dalam batin atau dengan suara keras( tersera anda ): “ Ternyata seperti ini bentuk ( sebutkan nama benda atau sesuatu yang anda lihat tersebut ) di kegelapan. Aku telah membuat penglihatanku semakin peka untuk mengenali berbagai benda di kegelapan dan di bawah cahaya apa pun secara akurat.”
3. Pada siang hari yang cerah di tempat manapun dan kapanpun, sisihkan beberapa detik untuk mengamati apa yang ada di sekitar anda.
4. Secara mental, ulangi apa yang anda lihat dan katakanlah: “ aku melatih pikiran ahli penerawangku agar setiap saat dapat mengamati lingkungan secara akurat.”
5. katakanlah: “ Aku memerintahkan pikiran bawah sadarku agar selalu mengingatkanku mengenai segala sesuatu yang perlu kulihat demi kepentinganku dan perlindungan bagi diriku. Dengan demikian, aku dapat berfungsi dengan kapasitas ahli penerawangku secara penuh.”
Prosedur awal ini bersifat ilustratif. Anda dapat mempraktikan kiat tersebut apa adanya. Atau, Anda juga bisa menciptakan latihan anda sendiri untuk mencapai penyesuaian yang serupa bagi pikiran ahli penerawang anda.
Ini merupakan jenis latihan yang bisa anda praktikan setiap hari selama beberapa detik. Sebab latihan ini bisa membuat pikiran ahli penerawang anda semakin peka, Anda akan takjub ketika anda mengetahui banyak hal yang terdapat di lingkungan anda. Sebelumnya, anda tidak menyadari kehadirannya. Kekuatan yang memadai untuk melakukan pengamatan merupakan asset yang berharga.
Langganan:
Postingan (Atom)